Wifi Free Ini Ternyata Membuka Akses Para Hacker Untuk Mencuri Informasi Data Anda

TamanBerita-Dari 1.100 orang yang disurvei, 41 persen di antaranya tidak pernah atau jarang mematikan pemancar WiFi di perangkat smartphone mereka dan membiarkan setting perangkat mereka secara otomatis bergabung dengan jaringan Wi-Fi publik.

Secara keseluruhan, 8 dari 10 responden mengakses WiFi publik paling tidak sebulan sekali.

Sebanyak 64 persen terhubung WiFi publik setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu.

Security Advocate Consumer Business Unit Symantec Nick Savvides mengungkapkan bahwa memang sulit membedakan jaringan WiFi gratisan tersebut aman atau tidak.

“Bahkan, bisa dibilang tidak ada teknik khusus untuk mengidentifikasi apakah koneksi WiFi aman atau tidak,” ucap Savvides di Jakarta,

Menurut pria yang bertanggung jawab atas keamanan siber Symantec di kawasan Asia Pasifik ini, setiap perangkat yang terkoneksi dengan jaringan WiFi akan muncul notifikasi yang menyatakan tingkat keamanan jaringan. Misalnya saja, jaringan “secure” atau “not secure”.

“Jangan abaikan peringatan keamanan pada WiFi yang muncul di perangkat. Kalau memang tertulis tidak aman, pastikan untuk tidak menghubungkan perangkat dengan WiFi,” kata Savvides.

“Saat pengguna login ke WiFi yang tidak aman, hacker dapat mencuri informasi pengguna yang ada di perangkat lalu menjual informasi tersebut di pasar gelap untuk mendapat keuntungan atau digunakan untuk menguras akun bank konsumen,” ucap Savvides.

Bukan hanya dari WiFi gratisan yang dipasang di tempat umum, kadangkala, penjahat siber juga membuat jaringan WiFi mereka sendiri dan mengarahkan pengguna untuk memakai WiFi tersebut.

Misalnya saja dari nama WiFi yang dibuat mirip dengan nama sebuah kafe atau tempat umum.

Jika pengguna telah terhubung ke jaringan hotspot tersebut, mereka bisa diarahkan ke situs penipuan atau mengandung virus.

Bahkan, pengguna juga bisa ditipu untuk memberikan informasi nomor kartu kredit atau akses perbankan lainnya.

Layanan ini berbentuk VPN (Virtual Private Network) yang melindungi beragam data pengguna seperti password, nomor kartu kredit,

serta mencegah akses bagi para hacker yang mungkin menyadap melalui jaringan WiFi yang sama.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *