5 Hal Yang Menyebabkan Tubuh Anak Kurang Nutrisi

Agar anak-anak tumbuh sehat dan bahagia, pastikan makanan yang dikonsumsi di masa bayi dan balita, mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya.

Nutrisi yang cukup bukan hanya menyehatkan, tapi juga mencerdaskan. Ketahui apa saja efek kekurangan nutrisi pada tubuh anak.

1. Luka lama sembuh

Anak selalu aktif bergerak dan gaya hidup penuh energi itu membuat mereka rentan terbentur, tergores, atau terjatuh.

Vitamin C sangat penting bagi kekebalan tubuh, termasuk juga menyembuhkan luka. Anak yang kekurangan vitamin C akan mengalami luka yang lama sembuh ketika sakit. Bukan hanya itu, mereka juga rentan terkena infeksi dan sakit.

2. Gangguan penglihatan

Selain mendongkrak perkembangan intelektual dan kognitif, kebiasaan membaca juga mendorong imajinasi anak ke level lebih tinggi. Namun, jika si kecil kekurangan vitamin A ia beresiko besar mengalami gangguan penglihatan.

Kekurangan vitamin A adalah masalah serius di lebih dari separuh negara di dunia, terutama pada ibu hamil dan balita. Kebutaan akibat defisiensi vitamin A sebenarnya dapat dicegah dengan mengonsumi buah, sayuran, atau makanan sumber vitamin A lainnya.
Pemerintah di banyak negara juga melakukan program pemberian vitamin A pada bayi atau pun fortisikasi pada makanan.

3. Lemah dan kurang berenergi

Kekurangan vitamin B bisa membuat anak mengalami gejala lemah dan napas pendek-pendek. Akibatnya anak jadi kurang bersemangat bermain dengan temannya di luar ruangan karena gampang kelelahan. Vitamin B12 memang bekerja untuk mengubah makanan menjadi energi yang dibutuhkan tubuh.

4. Pulih dari patah tulang

Terkadang permainan fisik yang dilakukannya membuat anak mengalami cidera serius, seperti patah tulang. Pada anak yang sehat, proses pemulihan cidera relatif cepat. Namun, tidak demikian halnya dengan anak yang kurang vitamin D.

“Kesehatan tulang sangatlah penting bagi kesehatan anak, bukan hanya karena mereka sedang masa pertumbuhan, tapi juga karena mereka sangat aktif. Pola makan yang kurang vitamin D membuat anak yang aktif rentan cidera tulang,’ kata ahli gizi Andy De Santis.

5. Tumbuh tinggi

Memang faktor genetik berpengaruh pada tinggi badan seorang anak, tetapi faktor lingkungan, seperti nutrisi, juga berpengaruh besar. Kekurangan nutrisi di usia bayi, dimulai sejak dalam kandungan, akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *