Kronologi Penodongan Ibu Dan Anak Di Dalam Angkot Jurusan

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timu (Jaktim), AKBP Salta Maulana memaparkan kronologi perampokan dan penyekapan seorang ibu dan anak di dalam angkot.

Peristiwa tersebut bermula saat Hermawan (28) pergi sendirian di dalam angkot jurusan Klender-Rawamangun (T25) sekira pukul 19.00 WIB.

Setibanya di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, ia lalu menodongkan pisau. Ia berniat untuk menguras handphone, kalung dan gelang korban berama Isnawati (40). Namun, korban menolak dan berteriak.

Pelaku naik angkot dari Prapatan satu sendirian sekira didepan kantor perumnas III pelaku mengeluarkan senjata tajam (sajam) dan menodongkannya ke seorang ibu-ibu dan meminta HP, kalung dan gelang kepada penumpang (ibu Isnawati),” jelas Sapta , Minggu (9/4/2017).

Melihat penumpangnya ditodong, sopir angkot pun sempat meminta pelaku untuk mengurungkan niatnya. Namun, permintaan itu tak diindahkan. Bahkan, Hermawan justru menyekap korban dan mengalungkan pisau ke leher Isnawati.

“Saksi berada didekat angkot dan melihat situasi didalam ternyata pelaku sudah menodongkan pisau ke leher korban (disandera). Saksi berusaha untuk melakukan negosiasi sekitar setengah jam agar pelaku mengurungkan niatnya,” paparnya.

Beruntung, saat itu, seorang anggota kepolisian melintas dan mendengar teriakan korban. Sekira setengah jam korban disekap, Hermawan pun lengah. Hingga pada akhirnya anggota tersebut menembak pelaku dan mengenai lengan kirinya.

“Pelaku ditembak dilengan kanan. Saat itu juga saksi langsung membekuk dan dibantu oleh masyarakat sekitar. Sekira satu jam akhirnya Pelaku dapat diamankan di Polsubsektor Klender,” tutupnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *