Nasib Ibu dan Anak Ini Selamat, Ini Penjelasannya.

TamanBerita.com-Risma Oktaviani (25) bersama anaknya Dafa (2) pasrah ketika pisau tajam milik Hermawan nempel di lehernya. Dia pun mengaku tak bisa berbuat apa-apa saat itu.

Pelaku penodongan yang diketahui bernama Hermawan ini terbilang cukup nekat. Pria berusia 28 tahun ini menyandera seorang ibu yang sedang menggendong anaknya yang masih balita.

Hermawan tak mau melepaskan sedikit pun Ibu Risma yang menjadi sanderanya, juga anak Risma, Dafa Ibnu Hafiz.

Bahkan, Hermawan sempat menekan pisau lebih keras ke leher Risma.

“Udah lu jangan banyak omong, kata dia gitu. Saya sahutin, lu mau ambil barang gua semua ya udah bunuh gua sekalian, bunuh aja, bunuh gua’,” tantang Risma sebagaimana yang diberitakan.

“Kalau memang umur saya sampai di sini, ya ridho saya pasrah. Enggak berbuat apa-apa, saya pasrah saja,” ungkap Risma di RS Persahabatan, Rawamangun, Jaktim, Senin (10/4/2107).

Polisi pun telah mencoba bernegosiasi dengan pelaku untuk mengambil Dafa, namun pemintaan tersebut ditolak oleh pelaku. Menurut Risma pelaku malah mengancam akan menusuk keduanya.

Risma pun meminta pelaku jika ingin menusuk untuk tidak menusuk Dafa anaknya.

“Waktu anak saya mau diambil oleh polisi, kata pelaku enggak, kita mati bersama.

Lalu saya bilang, “Bang kalau mau tusuk, tusuk saya saja jangan tusuk anak saya”. Enggak kita mati semua,” papar Risma.

Dafa yang saat itu digendong sesekali terbangun dari tidurnya. Agar Dafa tidak panik, Risma terus mencoba menenangkan anaknya tersebut.

“Kadang dia melek, kadang enggak. Dia sempat bilang bun, bun. Iya ada apa nak? Tenang ya nak,” tuturnya.

Suharyanto mencoba mengajak pelaku berkomunikasi dan bernegosiasi cukup lama. Akhirnya, Hermawan lengah juga.

Setelah tangannya agak mengendur, secepatr kilat Sunaryanto menarik pistolnya dan menembak tangan kanan Hermawan.

Keputusan cepat yang berani, karena sangat berisiko jika tidak akurat. Suharyanto seperti dipojokkan untuk membuat keputusan di antara hidup dan mati dan dia mengambil keputusan yang benar.

Sampai akhirnya nasib baik masih berpihak pada Risma. Nyawa Risma tertolong oleh aksi seorang polisi yang melepaskan tembakan kepada pelaku penodongan.

Walaupun kini Risma dan Dafa mengalami beberapa luka akibat tersayat oleh pisau tajam milik pelaku Hermawan.

“Selama bekerja dia bagus, disiplin, berdedikasi tinggi. Dan jika ada info kecelakaan dari masyarakat dia cepat merespons,” kata Panit Laka Lantas Jaktim Ipda Deni Kurniawan, di Kantor Lantas Jakarta Timur, Jl DI Panjaitan, Jakarta Timur, Senin (10/04/2017).

“Terima kasih sebesar-besarnya untuk warga dan petugas yang telah menyelamatkan nyawa saya dan Dafa,” ucapnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *