Orang Dekat Jokowi & Ahok Dilantik Jadi Jabatan Kepala Sekretariat Presiden

TamanBerita.com – Menteri Sekretaris Negara Pratikno melantik pengisi jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. Pelantikan digelar di Aula Serbaguna Kementerian Sekretaris Negara, Jakarta. Salah satu pejabat yang dilantik merupakan Heru Budi Hartono sebagai Kepala Sekretariat Presiden.

Pelantikan Heru tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78/TPA/2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.

Selain Budi Heru Hartono, Pratikno juga melantik dua pejabat lainnya. Mereka adalah Bey Machmudin yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden. Kini dilantik sebagai Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media. Nandang Haris dilantik sebagai Staf Ahli Mensesneg bidang Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Usai melantik ketiganya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan bersyukur kini ketiga jabatan tersebut diisi setelah cukup lama kosong. Posisi Kepala Sekretariat Presiden kosong usai ditinggal Darmansjah Djumala yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Duta Besar Indonesia untuk Austria yang berkedudukan di Wina. Posisi Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media juga kosong karena pejabat sebelumnya telah pensiun.

Pratikno berpesan kepada pejabat yang baru dilantik untuk menindaklanjuti pesan dari Presiden Joko Widodo. Mereka yang merupakan pejabat di lingkungan Istana harus mampu menjadi tauladan sehingga dapat menjadi contoh bagi pejabat di Kementerian lain.

Mengapa harus jadi teladan, karena kalau ada sesuatu yang buruk di sini tentu saja kita tidak bisa dan tidak punya otoritas maupun legitimasi yang kuat untuk mendorong lembaga lain menjadi lebih baik. Jadi sekali lagi kita harus menjadi tauladan dalam segala hal.

Nama Heru pernah ramai diperbincangkan saat Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) ingin meminangnya sebagai bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta lewat jalur independen. Namun, usai Basuki memutuskan maju melalui jalur partai politik, Heru batal dan Basuki berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat.

Heru juga dianggap dekat dengan Joko Widodo saat Presiden masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *