KPK Resmi Tetapkan Dirjen Hubla Kemenhub Jadi Tersangka Kasus Suap Pengerukan Pelabuhan

KPK Resmi Tetapkan Dirjen Hubla Kemenhub Jadi Tersangka Kasus Suap Pengerukan Pelabuhan
KPK Resmi Tetapkan Dirjen Hubla Kemenhub Jadi Tersangka Kasus Suap Pengerukan Pelabuhan

TamanBerita.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian.

Perhubungan Antonius Tonny Budiono sebagai tersangka kasus suap proyek pengerukan pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

Tidak hanya Tonny, Komisaris PT Adhi Guna Keruktama, Adiputra Kurniawan juga ditetapkan sebagai tersangka.

KPK meningkatkan perkara ke penyidikan dengan penetapan dua orang sebagai tersangka.

Yaitu ATB (Antonius Tonny Budiono), Dirjen Perhubungan laut dan APK (Adiputra Kurniawan).

Komisaris PT AGK (Adhi Guna Keruktama), kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta.

Basarian menuturkan, suap ini diduga berkaitan dengan perizinan dan pengadaan proyek-proyek di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub dari 2016 sampai 2017.

Diduga pemberian oleh APK kepada ATB ini terkait pengerjaan pengerukan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Dalam rangkaian penyidikan, KPK sudah menyegel sejumlah ruangan.

Mess yang ditempati tersangka, ruang kerja Dirjen Hubla di Kemenhub, dan kantor PT AGK di Sunter.

Atas perbuatannya, Tonny sebagai penerima suap dijerat pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 dan 12 B UU Pemberantasan Tipikor.

Kemudian, Adiputra sebagai pemberi suap dijerat pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat eselon I Kementerian Perhubungan, Rabu (23/8) malam.

Dalam operasi tangkap tangan kali ini KPK mengamankan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) berinisial TB. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan dalam pemeriksaan awal, ada indikasi pemberian uang tersebut bukan yang pertama kali.

Sejauh ini informasi yang kita terima indikasi penerimaan bukan penerimaan yang pertama, kata Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (24/8).

Tetapi dia belum merinci lebih jauh mengenai total pemberian uang terhadap Dirjen tersebut.

Menurut Febri sejumlah pihak yang telah diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif. Febri berkata, penjelasan resmi mengenai hasil operasi senyap bakal dilakukan malam nanti.

Dari hasil pemeriksaan nanti kita akan sampaikan status hukum dari pihak yang diamankan ataupun pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus ini

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *