KPU Harus Buat Konsep Wisata Pemilu

Tamanberita.com – Pengamat pengawas pemilu Nasrullah mendorong KPU membuat konsep baru dalam penyelenggaraan Pilkada khususnya di Jabar dan  menyarakan konsep wisata pemilu.

Ia mengatakan penyelenggaran pemilu kerap diwarnai perselisihan dan konflik antar pendukung pasangan calon. Masyarakat tentunya akan bosan dengan pesta demokrasi yang berlangsung ‘monoton’.

“Saya pikir penyelenggara (Bawaslu dan KPU) harus membuat kontestasi meriah dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat, tanpa menghilangkan esensi penyelenggaraan yang tertib dan damai. Contohnya bisa dengan konsep wisata pemilu,” kata Nasrullah dalam acara seminar persiapan pengawasan partisipatif Bawaslu di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (16/11/2017).

Menurutnya wisata pemilu bisa membuat masyarakat tidak lagi pilu dengan konflik yang selama ini mewarnai Pilkada. Kemasannya bisa mengangkat keanekaragaman budaya, adat istiadat di Jabar.

“Ada nilai kearifan lokal yang diangkat. Misalnya, dalam setiap tahapan bisa menyelenggarakan event. Pemilih pemula, sosialisasi bisa dilakukan dengan pertunjukan musik. Segemen yang berumur bisa dengan pertunjukan kebudayaan,” jelas dia.

Tidak hanya itu, kata dia, pasangan calon yang akan bertarung bisa juga dilibatkan dengan proses sumpah secara adat. Nantinya prosesi sumpah itu akan disaksikan oleh masyarakat.

“Prosesi sumpah itu disaksikan oleh semua warga. Sumpahnya berjanji tidak akan melakukan kecurangan, damai dan sportif serta legowo jika kalah,” ungkap dia.

Wisata pemilu bisa melibatkan berbagai komunitas dan merangkul budayawan dalam bermacam event yang dibalut dengan tema Pilkada. Sehingga, sambung dia, semua elemen masyarakat bisa merasakan euforia Pilkada.

Ia menilai wisata pemilu bisa terealisasi hanya dengan mengalokasikan satu persen dari total anggaran sekitar Rp 1 triliun yang dimiliki oleh KPU, Bawaslu dan Pemerintah untuk penyelenggaraan Pilkada serentak.

“Kalau terealisasi ini akan jadi tontonan yang menarik dan bisa menarik wisatawan. Ada pameran, festival, dan pertunjukan. Undang anggota parlemen yang ada di kawasan asia tenggara,” imbuh Nasrullah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *