Pantai Ancol di Gratiskan Saat Anies yang Minta, di Tolak Saat Djarot Minta

Pantai Ancol di Gratiskan Saat Anies yang Minta, di Tolak Saat Djarot Minta
Pantai Ancol di Gratiskan Saat Anies yang Minta, di Tolak Saat Djarot Minta

Tamanberita.com -Mimpi warga Jakarta untuk dapat menikmati pantai Ancol secara gratis akhirnya dapat terealisasi.

Program ini yang diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini akhirnya diterima oleh PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Tamanberita.com -Pantai Ancol di Gratiskan Saat Anies yang Minta, di Tolak Saat Djarot Minta

Hanya saja program ini berlaku bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) sebulan sekali dan hari libur nasional.

Sebenarnya, rencana menggratiskan pantai Ancol sudah pernah diwacanakan oleh Djarot Saiful Hidayat kala menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Namun rencana tersebut ditolak, lantaran seluruh pemegang KTP DKI dapat menikmati pantai di kawasan utara ibu kota tersebut secara cuma-cuma.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, memberikan fasilitas gratis kepada pemegang KJP untuk masuk Ancol merupakan salah satu bagian mengembalikan keadilan di ibu kota.

Sebab masyarakat yang perekonomiannya rendah, tidak mungkin memiliki kesempatan untuk berwisata.

“Dan untuk mengukur dari segi apakah mereka mampu atau tidak, itu ya dari sistem pendidikannya. Dan ini terobosan baik ini, kita akan mampu nge-link ke Jakarta Smart City. Ini kita akan cross-tabulated, cross-refer, ke Jakarta Smart City data-data yang dikumpulkan baik oleh Bank DKI maupun ke Jaya Ancol. Itu menurut saya terobosan,” katanya di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (1/12).

Sandiaga mengaku belum ada rencana untuk menambah frekuensi para pemegang KJP masuk Ancol lebih dari satu hari sebulan.

Dia menuturkan akan melakukan evaluasi terkait terobosan tersebut setiap bulannya bersama manajemen Ancol.

“Ancol dulu. Ini kan akses pantai. Kita coba dulu, karena tentunya ini kan yang penting ada langkah. Kita ukur efektivitasnya dulu. Dari mereka kalau diberikan ini, berapa dari pemegang KJP yang menggunakan manfaat ini. Jadi itu perlu dievaluasi tiap bulan,” jelas dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol C Paul Tehusijarana mengungkapkan, alasan mengapa pihaknya menolak rencana Djarot.

Dia mengatakan, jika pihaknya memberikan akses gratis kepada warga maka pemasukan akan berkurang sehingga tidak menutup biaya operasi.

Walaupun rencananya biaya parkir akan ditinggikan jika wacana tersebut direalisasikan.

Menurutnya perlu dikaji kembali dampak dari segi keuangan bilamana Ancol digratiskan.

Sebab, salah-salah bisa merugikan perusahaan. Dia mengakui banyak biaya perawatan yang tidak dapat dicover bila ongkos masuk digratiskan.

“Kalau digratiskan keuangan seperti apa dampak keuangan seperti apa kalau dampaknya kinerja perusahaan jadi jelek,” kata Paul saat ditemui di Ancol Barat, Jakarta Utara, Kamis (12/10).

Usai mendengarkan penjelasan dari pihak Ancol, Djarot tidak bisa melanjutkan rencana menggratiskan kawasan Ancol. Bahkan, politisi PDI Perjuangan ini berubah pikiran. Dia mengatakan, apabila digratiskan maka Ancol akan dipenuhi oleh pengunjung.

“Kalau semuanya gratis masuk Ancol, dampaknya ini, bisa kayak lautan manusia,” ujarnya.

Maka dari itu, Djarot menegaskan perlu ada kajian lagi. Namun, alternatifnya adalah menggratiskan untuk pengguna Kartu Jakarta Pintar (KJP). Wacananya, masuk Ancol akan menggunakan sistem cashless. Maka, pemilik KJP hanya tinggal melakukan tap-in.

“Kita uji coba terlebih dahulu untuk penerima KJP. Kita harus merumuskan sistem, jadi bagi penerima KJP. Saya minta untuk pembangunan Ancol Jaya kerja sama dengan bank DKI,” tuturnya.

Djarot meminta kajian itu selesai dalam waktu seminggu supaya bisa diuji coba. Malahan, dia meminta diselesaikan pada tanggal 14 Oktober sebelum masa jabatannya habis pada 16 Oktober.

“Saya minta kalau bisa secepatnya dong kalo bisa seminggu. Kan sama-sama BUMD,” tutupnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *