Sandi Soal Pedagang Tanah Abang : Awal Mengeluh, Kini Tak Lagi Bersuara

Sandi Soal Pedagang Tanah Abang : Awal Mengeluh, Kini Tak Lagi Bersuara
Sandi Soal Pedagang Tanah Abang : Awal Mengeluh, Kini Tak Lagi Bersuara

tamanberita.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menceritakan bagaimana

reaksi pedagang kawasan Tanah Abang, sebelum dan sesudah penataan.

TamanBerita –┬áSandi Soal Pedagang Tanah Abang : Awal Mengeluh, Kini Tak Lagi Bersuara

Ujar Sandi, sebelum pihaknya menata kawasan pasar terbesar se-Asia Tenggara itu,

banyak pedagang tanah abang mengeluh dan setelah dibenahi diberi ruang berjualan dan diberikan tenda, mereka disebut Sandi tak lagi bersuara.

“Pedagang itu gitu, kalau dagangannya susah, ributnya setengah mati.

Yang dari blok G marah, blok A marah, blok G marah, tapi begitu kita benahi diam semua.

Alhamdulillah,” ujar Sandi di Gelanggang Remaja, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018).

Saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM),

Sandi mengutarakan janji untuk membangun penampungan sementara dan merelokasi pedagang di blok G Pasar Tanah Abang.

Nantinya, gedung Blok G itu akan dirobohkan dan ditata sesuai konsep Transit Oriented Development (TOD)

atau menyinergikan sejumlah moda transportasi massal di kawasan Tanah Abang.

Sebelumnya, Pemprov DKI mulai melakukan penataaan kawasan Tanah Abang sejak 23 Desember 2017 lalu.

Rekayasa lalu lintas diperlakukan di jalan Jatibaru Raya. Di mana satu ruas jalan depan stasiun itu ditutup sejak pukul 8 – 18.00 sore.

Ruas itu dipergunakan lebih dari 300 PKL untuk berdagang dengan fasilitas gratis tenda dari Pemprov DKI,

terdiri daru tenda PKL kuliner sebanyak 115 buah dan tenda PKL non-kuliner sebanyak 265 buah.

Sementara trotoar di sisi kedua jalan dikhususkan untuk pejalan kaki.

“Kondisi ini sifatnya sementara waktu, hingga tahap kedua atau jangka panjang dapat diterapkan,

yakni pembangunan kawasan Tanah Abang sebagai Transit Oriented Development,” kata Gubernur DKI Anies Baswedan

saat menjelaskan konsep penataan Tanah Abang, di Balai Kota DKI, Monas, Jakarta Pusat, (21/12/2017).

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *