Nasib Djarot Saiful Hidayat Pada Pilgub Sumatra Utara 2018

Nasib Djarot Saiful Hidayat Pada Pilgub Sumatra Utara 2018
Nasib Djarot Saiful Hidayat Pada Pilgub Sumatra Utara 2018

Tamanberita.com – Nama Djarot Saiful Hidayat kembali muncul menjadi bakal calon gubernur di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Setelah sebelumnya menjadi cawagub di Pilgub DKI 2017 dan kalah

Tamanberita.com – Nasib Djarot Saiful Hidayat Pada Pilgub Sumatra Utara 2018

Djarot kini kembali dicalonkan PDIP di Pilkada Serentak 2018.

Kali ini, Djarot diusung partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri menjadi bakal cagub di Sumatera Utara berpasangan dengan Sihar Sitorus.

Namun, hingga hari terakhir pendaftaran pasangan calon ke KPUD, Djarot masih belum memenuhi syarat buat maju.

Syarat utama maju di Pilgub Sumut yakni memiliki dukungan parpol atau gabungan parpol dengan 20 kursi DPRD Sumut.

Sementara, PDIP di Sumut hanya memiliki 16 kursi.

Artinya, buat memuluskan Djarot maju, harus ada tambahan minimal empat kursi lagi dari parpol lain.

Sejauh ini, hanya tinggal PPP yang belum menentukan calon di Sumut.

PDIP pun intensif melakukan lobi agar PPP bergabung mengusung Djarot-Sihar Sitorus.

Bahkan, Djarot turun langsung melobi PPP.

Jika PPP yang memiliki empat kursi di DPRD Sumut bergabung, maka Djarot bisa bernapas lega dan mendaftar ke KPUD.

Namun hingga hari ini, titik temu belum didapat.

PPP masih belum menentukan apakah akan bergabung dengan PDIP mengusung Djarot atau bergabung dengan calon lain.

Sekjen PPP Arsul Sani mengaku telah meneruskan ajakan PDIP untuk mendukung Djarot ke DPC PPP Sumut.

Alhasil, aspirasi dari DPC PPP Sumut berharap PDIP bisa mengusung bakal cawagub muslim.

Pihaknya mengaku tak masalah mendukung Djarot.

Namun ada beberapa hal yang harus dibicarakan.

Salah satunya terkait partainya yang berbasis muslim.

“Tapi kita juga dengarkan penjelasan PDI Perjuangan, kenapa memilih Pak Sihar karena antara lain sumut 30 persen non muslim.

Tapi PDI Perjuangan menyampaikan juga bahwa mereka menghargai umat Islam.

Makanya di Sumut nomor 1 tetap muslim, meskipun kader mereka banyak yang non muslimnya,”

Katanya, di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (9/1) lalu.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut ada pihak yang mencoba mengganjal pencalonan Djarot.

“Ada yang mencoba mengganggu kerja sama itu ada yang khawatir munculnya pak Djarot yang fenomenal,” kata Hasto di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa.

Hasto memastikan posisi pencalonan Djarot sudah aman di Pilgub Sumut.

Dia mengaku komunikasi politik dengan partai lain sudah terjalin dengan baik.

Menurutnya, PDIP tengah melakukan lobi dengan PPP agar mendukung pasangan Djarot-Sihar Sitorus.

Sebab PPP satu-satunya partai yang tersisa.

Dia mengakui PPP memberikan syarat agar kadernya menjadi cawagub pendamping Djarot.

Hasto memastikan hal itu hanya dinamika politik semata.

“Itu dinamika yang wajar tapi yang kami tegaskan dalam kompetisi itu jangan menghalalkan segala cara,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tamanberita.com

PPP rencananya mengumumkan cagub cawagub Sumut yang akan diusung di DPP PPP, siang menjelang sore kemarin.

Namun, agenda itu dibatalkan. Para elite PPP menggelar rapat hingga malam hari membahas arah dukungan di Sumut.

“Masih rapat,” kata Asrul Sani lewat WhatsApp kepada Tamanberita.com.

Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengakui internal partainya tengah melakukan kalkulasi kans kemenangan Djarot.

Partainya tengah mengkaji segala kemungkinan dan membandingkan persentase kemenangan

jika Djarot dipasangkan dengan Sihar dan Djarot dipasangkan dengan kader PPP.

Karenanya, partainya belum memutuskan apakah menyetujui keinginan PDIP berkoalisi di Sumut atau tidak.

Menurutnya, ada tiga calon potensial yang disiapkan jika PPP diberikan opsi mendampingi Djarot.

Nama yang muncul adalah anggota DPR Fraksi PPP Hasrul Azwar, Fadly Nurzal, Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Lubis.

Dia mengakui PPP masih menginginkan posisi cawagub jika berkoalisi dengan PDIP di Sumut.

Namun, sayangnya komunikasi awal, PDIP bersikeras mengusung Djarot-Sihar.

“Aspirasi dari bawah begitu, menginginkan kalau calon wakilnya internal dari PPP.

Kalau gubernurnya dari PDIP wajar dong wakilnya PPP,” katanya di DPP PPP, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurutnya, proses penggodokan masih berlangsung.

Karenanya, PPP belum akan mengumumkannya pada Selasa kemarin.

“Paling tidak besok (hari ini) siang atau sore itu sudah ada keputusan PPP di Pilkada Sumut,” katanya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *