4 Toleransi Umat Beragama Saat Ramadan di Seluruh Dunia

TamanBerita.Com 4 Toleransi Umat Beragama Saat Ramadan di Seluruh Dunia. Bagi umat muslim, bulan Ramadan adalah masa yang dinanti-nanti. Apalagi banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan banyak pahala di bulan suci sehingga semua umat muslim berlomba untuk meningkatkan ibadah dan kebaikan dengan sesama manusia.

Rupanya, indahnya Ramadan ikut memupuk semangat toleransi antar umat beragama. Contohnya umat Nasrani di berbagai negara ini ikut mendukung tetangganya umat Islam yang tengah berpuasa.

Dilansir dari Stepfeed.com, ini deretan bentuk toleransi umat beragama di bulan Ramadan di beberapa negara, Selasa (22/5). Sejuk rasanya di dalam lubuk hati kita.

1. Gereja di Australia Ini Dipakai Menggelar Acara Ramadan Umat Islam

Sejak enam tahun terakhir, Gereja Anglikan St. Paul di Perth, Australia, membuka lebar-lebar pintunya bagi umat Islam setempat yang ingin memakainya. Di bulan Ramadan, umat Islam dipersilakan menggelar acara di gereja.

“Saya pikir cara terbaik untuk membuat kemajuan ketika ada banyak kesalahpahaman hanyalah dengan berbagi roti, berbagi makanan,” kata seorang imam muslim dari Australia.

2. Gereja di Abu Dhabi Dipakai untuk Acara Berbuka Puasa Pekerja Muslim

Sejak tahun lalu, Gereja Katedral St. George Yakobit Suriah Ortodoks Simhasana di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab menjadi salah satu gereja yang bisa dipakai tempat Shalat Jumat. Bahkan gereja ini juga dijadikan tempat untuk melaksanakan Shalat Maghrib dan berbuka puasa saat Ramadan untuk 200 pekerjanya yang muslim.

3. Gereja di Berbagai Negara Jadi Tempat Penyelenggaraan Buka Puasa Bersama

Pada hari kesepuluh bulan Ramadan, Gereja Methodis St. Luke di Indiana, Amerika Serikat, menyelenggarakan ‘buka puasa bersama’ yang menyatukan orang-orang dari semua agama dan latar belakang.

“Di zaman sekarang ini, kami telah melupakan bahwa terlepas dari keyakinan dan latar belakang yang berbeda. Semua agama dunia berasal dari tiga prinsip yang sama – cinta, rasa hormat dan kasih sayang,” kata Immad Ahmed, direktur eksekutif yang mengadakan acara itu.

Demikian pula Katedral Anglikan Trinitas Suci di Auckland, Selandia Baru, yang menyambut lebih dari 200 muslim untuk berbuka puasa. Hal ini dalam semangat memfasilitasi saling pengertian yang lebih mendalam antara orang Kristen dan Islam.

4. Umat Nasrani Palestina Membangunkan Umat Islam untuk Sahur

Selama lebih dari 13 tahun, Michel Ayoub, seorang pekerja konstruksi Kristen berusia 39 tahun dari kota Acre, Palestina, telah menjalankan tradisi kuno membangunkan muslim untuk sahur. Sepanjang bulan suci, Ayoub berjalan menyusuri gang-gang dan memukul drumnya dan meneriakkan ‘Ramadan, oh penyembuh hati’.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *