SBY : Tidak Mungkin AHY Saya Sodorokan Jadi Cawapres Jokowi

SBY : Tidak Mungkin AHY Saya Sodorokan Jadi Cawapres Jokowi
SBY : Tidak Mungkin AHY Saya Sodorokan Jadi Cawapres Jokowi

tamanberita.com – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantah dirinya

meminta Joko Widodo atau Jokowi untuk mempertimbangkan putranya,

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden 2019.

TamanBerita –┬áSBY : Tidak Mungkin AHY Saya Sodorokan Jadi Cawapres Jokowi

Hal itu disampaikan SBY dalam akun resmi Facebooknya, Jumat (30/3/2018).

“SBY yang meminta-minta agar bergabung dengan Jokowi, mendukung Pak Jokowi,

termasuk meminta AHY menjadi Cawapres Jokowi, tidak benar,” tulis SBY.

“Beberapa kali saya ketemu Pak Jokowi, tidak benar kalau saya,

(mengatakan) Pak Jokowi tolong AHY dipertimbangkan sebagai Cawapres bapak.

Lantas beberapa menteri Jokowi yang datang kepada saya, juga tidak pernah minta tolong disampaikan ke Pak Jokowi,

agar AHY dijadikan Cawapres beliau,” tegas dia.

Dia pun berkaca dari pengalamannya saat menjadi Capres 2004 dan 2009.

Di mana akan mempertimbangkan cawapres yang nakal digandengnya.

Menurut SBY, jika ada yang memaksakan nama atau seseorang sebagai cawapres, dirinya tak senang.

SBY menyadari, hal ini akan dirasakan sama oleh Jokowi jika ada pihak yang mencoba

meminta-minta seseorang menjadi cawapresnya. Bahkan dengan cara dipaksa.

“Saya ngerti politik, saya ngerti etika politik, dan tidak mungkin, apalagi AHY itu anak saya sendiri,

terus disodor-sodorkan jadi Cawapres Jokowi,” jelas SBY.

Belum Umumkan Capres

Dia tak menampik, semua partai ingin menginginkan kadernya bisa menjadi Presiden atau Wakil Presiden pada suatu saat.

Tapi menurutnya, persoalannya bukan keinginan, namun harus dihitung yang baik,

siapa yang akan diusung, terlebih adanya Presidential Threshold 20%.

“Jadi tak bisa seorang tokoh lantas dengan gagah berani memasang fotonya di bilboard, di baliho,

dimana-mana, siap jadi Capres, siap jadi Cawapres.

Tentu Demokrat tidak seperti itu. Kita akan mehitung secara seksama,” ungkap SBY.

Dia pun masih belum mau mengungkapkan, kapan partai berlambang bintang

Mercy itu mengumumkan capres-cawapres yang akan diusung.

SBY menegaskan, masih ada waktu untuk melakukan hal tersebut.

“Kalau lihat jadwal KPU, pendaftaran masih bulan Agustus, masih 5 bulan lagi.

Saya ingat 2004 dan 2009 waktu mendeklarasikan capres dan cawapres,

itu 1 setengah bulan. Kalau lihat Pak Jokowi 2014, mendeklarasikan Jokowi-JK beberapa saat sebelum pendaftaran.

Jadi masih butuh waktu Demokrat untuk mempertimbangkan,” pungkas SBY.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *