Terjebak dalam Tubuh Bayi Pria Berusia 23 Tahun di India

TamanBerita.Com Terjebak dalam Tubuh Bayi Pria Berusia 23 Tahun di India. Pada umumnya, tubuh manusia akan selalu berkembang seiring berjalannya usia. Perkembangan dan pertumbuhan akan ditandai dengan adanya perubahan fisik.

Mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga mencapai usia dewasa.

Namun, seorang laki-laki di India tidak mengalami perkembangan dan pertumbuhan layaknya orang pada umumnya.

Dikutip dari laman Daily Mail, kondisi misterius dialami oleh Manpreet Singh, pria berusia 23 tahun yang berasal dari Hisar, India bagian barat laut.

Manpreet seolah terjebak di dalam tubuh bayi, karena berat badannya hanya mencapai 11 pound atau 4,9 kilogram.

Sebenarnya, Manpreet terlahir secara normal dan sehat pada 1993 silam.

Namun, tumbuh-kembang tubuhnya berhenti saat berusia satu tahun, tepat sebelum ia mulai berjalan atau berbicara.

Sehingga, kini Manpreet harus dirawat layaknya seorang bayi dan dibawa ke mana-mana oleh paman dan bibinya.

Keluarga Manpreet bingung menjelaskan mengapa dia berhenti tumbuh pada usia yang sangat muda.

Sementara dokter lokal memperkirakan Manpreet memiliki ketidakseimbangan hormon.

Para ilmuwan berpikir Manpreet kemungkinan besar mengalami Laron Syndrome, kondisi genetik yang langka.

Namun, Manpreet belum menerima diagnosis yang tepat karena keluarganya tidak mampu membayar pemeriksaan yang dapat menelan biaya lebih dari 5.000 poundsterling atau sekitar Rp 95,3 juta.

Orang yang hidup dengan Sindrom Laron kekurangan hormon yang disebut Insulin-like Growth Factor 1, atau IGF-1.

Hormon ini berfungsi menstimulasi pertumbuhan sel dan membelah untuk membentuk sel-sel baru.

Sepertiga dari mereka yang menderita sindrom ini juga ditemukan hidup di desa-desa terpencil di Provinsi Loja, selatan Ekuador.

Manpreet memiliki satu saudara perempuan yang bernama Jaspreet yang baru saja menginjak usia 17 tahun dan seorang saudara laki-laki bernama Mangaldeep.

Keduanya memiliki perkembangan fisik dan mental yang normal.

Tidak dapat merawat balita yang dewasa, keluarga Manpreet mengirimnya ke rumah paman dan bibinya, Karanvir Singh dan Lakhwinder Kaur di Hisar untuk dirawat.

Letaknya, 70 mil jauhnya dari rumah orangtuanya di Mansa.

Manpreet menarik banyak perhatian karena kesamaan fisik dan kognitifnya dengan balita berusia satu tahun.

Seiring popularitasnya, penduduk setempat menganggap Manpreet sebagai inkarnasi atau jelmaan dewa.

Manpreet memiliki telapak tangan yang membengkak, kaki dan wajah besar dengan kulit kendur dan hanya mampu mengucapkan beberapa kata.

Sebagian besar cara berkomunikasinya melalui gerakan sembari tertawa, menjerit, atau menangis.

Manpreet juga tidak mampu melakukan percakapan normal.

Paman dan bibi dari pihak ibunya merawat Manpreet layaknya putra mereka sendiri dan mengaku menikmati kenakalannya.

Paman dan bibi yang merawat Manpreet juga mengkhawatirkan masa depannya, keluarga itu telah berkonsultasi dengan dokter di kota-kota terdekat.

Dokter telah mengatakan mereka perlu melakukan penyelidikan yang tepat terhadap kondisi Manpreet sebelum dapat memutuskan diagnosis.

Karanvir dan putranya bekerja sebagai supir dan penghasilan mereka masih sangat kekurangan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Sehingga kini mereka meminta para warganet untuk menggalang dana untuk perawatan Manpreet.

Sedangkan sebuah kampanye menggalang dana untuk membiayai perawatan Manpreet juga telah dibuat melalui situs penggalangan dana di India, Ketto.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *