BTN Sekuritisasi Aset KPR Rp 1 Triliun Mendukung Program Sejuta Rumah

TamanBerita.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP)03 di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 1 triliun. Perbankan pelat merah ini sebelumnya juga telah melakukan sekuritisasi aset dengan skema yang sama dua tahun berturut-turut.

Rincian nilai EBA-SP yang berhasil diserap Rp 1 triliun ini adalah pertama kelas A, untuk seri A 1 senilai Rp 200 miliar, sedangkan Seri A2 mencapai Rp 713 miliar. Sementara kelas B, nilainya mencapai Rp 87 miliar. EBA-SP 03 tersebut diterbitkan menggunakan jaminan . Sebaga jaminan kualitas kredit, EBA SP-03 kelas A memiliki rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

EBA-SP 03 kelas A tersebut memiliki tenor dan kupon yang berbeda, untuk seri A1, tenornya 2 tahun dan kupon sebesar 8 persen. Sementara, A2 bertenor 4 tahun dengan kupon sebesar 8,4 persen.

EBA-SP merupakan instrumen hasil sekuritisasi dari tagihan-tagihan kredit pemilikan rumah (KPR) yang kemudian dijual ke publik, dalam hal ini investor institusi seperti dana pensiun maupun perusahaan asuransi, melalui penawaran umum.

“Sekuritisasi aset dengan skema EBA-SP terus kami tingkatkan untuk mendukung pembiayaan Program Sejuta Rumah karena program ini memerlukan pendanaan cukup besar,” kata Direktur Keuangan dan Treasury Bank BTN, Iman Nugroho Soeko di Jakarta, Selasa (2/5).

Iman menjelaskan, sejak tahun 2009 hingga saat ini, Bank BTN telah membukukan sebanyak sepuluh sekuritisasi. Sebanyak tujuh di antaranya adalah Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), kemudian sisanya adalah EBA-SP. Menurut Iman, total sekuritisasi aset BTN yang dilakukan lewat skema tersebut mencapai Rp 7,46 triliun. Khusus untuk EBA-SP, penyerapannya mencapai Rp 2,2 triliun.

Seluruh sekuritisasi tersebut menggandeng PT SMF sebagai penerbit, arranger, sekaligus pendukung kredit. Hal ini, menurut Iman, sebagai bentuk sinergi BUMN dalam mendukung program pemerintah. “Keberlanjutan sekuritisasi merupakan upaya Bank BTN mendukung pengembangan pasar pembiayaan sekunder yang digalakkan Pemerintah.”

Bank BTN yang berperan sebagai kreditur dan penyedia jasa dalam EBA-SP menilai sekuritisasi aset merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Iman menyebutkan, EBA-SP juga menjadi solusi pendanaan jangka panjang untuk KPR. “Diversifikasi sumber pendanaan melalui EBASP menjadi pilihan untuk menjaga rasio kecukupan modal BTN [capital adequacy ratio/CAR] di rentang 17-19 persen,” tutupnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *