Ojek Jenazah Lagi Tren di Afrika Karena Lebih Murah

TamanBerita.Com Ojek Jenazah Lagi Tren di Afrika Karena Lebih Murah. Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak transportasi umum yang bisa kita pilih untuk bepergian.

Sebut saja bus, kereta, angkot hingga ojek.

Satu hal yang paling menarik saat ini adalah keberadaan ojek.

Terlebih setelah adanya ojek online yang semakin praktis karena bisa dipesan lewat aplikasi.

Ojek online pun sekarang punya banyak fasilitas, mulai dari pembelian tiket, makanan dan layanan pesan antar lainnya.

Namun, adakah di antara travelers yang pernah dengar ojek untuk mengantarkan jenazah?

Ya, itulah yang terjadi di Afrika.

Di benua ini, trend ojek bukan lagi mengantar kita ‘yang masih hidup’ bepergian tapi juga bisa mengantar jenazah ke rumah peristirahatan.

Dirangkum TribunTravel dari laman tvcontinental.tv (25/4/2018), berikut beberapa fakta di balik ojek jenazah yang viral di Afrika.

1. Pertama booming di Kongo dengan sebutan Boda-boda

Mengantar jenazah dengan motor atau yang bisa kita sebut ‘ojek jenazah’ ini awalnya viral di media sosial.

Foto yang dibagikan di laman Facebook PK Kasirim tersebut memperlihatkan jenazah diboncengkan di sepeda motor dibalut kain warna hijau.

Diketahui kejadian ini ternyata terjadi di Republik Kongo.

Di negara itu, angkutan jenazah dengan motor disebut boda-boda.

Jenazah didudukkan seperti orang membonceng di belakang motor.

Seluruh tubuh jenazah terbungkus rapat dengan kain kemudian diikat jadi satu dengan pengemudi supaya tidak jatuh.

2. Upah yang lumayan

Upah yang didapat dari seorang pengemudi ojek jenazah rupanya cukup menjanjikan.

3. Banyak diminati karena lebih murah dari sewa ambulans

Harga sewa mobil ambulans untuk mengantar jenazah terkadang membebani keluarga miskin di Afrika.

Daripada harus membopong mayat pulang dengan tangan, ojek ini tentu bisa dijadikan pilihan.

Yang jelas, harga ojek jenazah lebih terjangkau dibandingkan sewa mobil ambulans.

4. Bisa ditemukan di Vietnam dan Uganda

Sebelum ojek mayat di Kongo ini viral, praktik mengantar jenazah dengan motor ternyata juga terjadi di Uganda dan Vietnam.

Meskipun banyak pertentangan terhadap ojek jenazah ini, tidak ada pilihan lain ketika orang berada dalam keterbatasan ekonomi.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *