Dalam Keadaan Koma, Pasien Rumah Sakit di Paksa Pulang

Dalam Keadaan Koma, Pasien Rumah Sakit di Paksa Pulang
Dalam Keadaan Koma, Pasien Rumah Sakit di Paksa Pulang

tamanberita.com – M Nadsier, seorang pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita penyakit komplikasi,

tiba-tiba disuruh pulang ke rumah oleh tim medis tanpa ada kejelasan.

TamanBerita – Dalam Keadaan Koma, Pasien Rumah Sakit di Paksa Pulang

Nadsier dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh

sejak tiga minggu lalu dan disuruh pulang dalam kondisi tak sadarkan diri.

Keluarga Nadsier pun merasa keberatan dan menolak untuk membawanya pulang. Mereka menunggu hingga kondisinya membaik.

“Tadi kata dokter, suami saya setelah cuci darah besok disuruh bawa pulang ke rumah,

padahal kondisinya dalam keadaan koma,” kata Nilawati, istri pasien dari Kabupaten Pidie, Rabu (22/2/2018) malam.

Menurut Nilawati, suaminya dirujuk ke RSUZA Banda Aceh tiga minggu lalu

dengan menggunakan layanan Askes untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Namun, mereka malah kecewa terhadap pelayanan tim medis karena

mengeluarkan pasien secara sepihak tanpa ada kejelasan walau dalam keadaan tak sadarkan diri.

“Saya menggunakan Askes kelas 4, karena PNS.

Tapi malah disuruh bawa pulang dalam kondisi koma, sampai di rumah apa yang harus kami lakukan,” ujar Nilawati.

Sementara itu, Anton, staf humas RSUZA Banda Aceh, saat dikonfirmasi mengaku,

hingga malam ini pasien masih mendapat perawatan, tetapi terkait pemaksaan keluar pasien paksa oleh

tim medis akan dikonfirmasi kembali esok hari setelah mendengar keterangan dari tim medis.

“Karena malam ini jam kerjanya sudah habis, maka besok akan kami konfirmasi kepada media terkait pemaksaan keluar pasien,

karena kami harus mendengar keterangan dari dokter yang menangani pasien seperti apa,” jelasnya.

Kabar pemaksaan pihak rumah sakit terhadap pasien yang harus keluar dalam

kondisi koma tersebar dengan cepat ke media sosial membuat petugas medis dan satpam RSUZA langsung

panik dan sempat mengancam keluarga pasien, bahkan wartawan dilarang untuk meliput pasien.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *