Keluarga Ahok Cabut Permohonan Banding Setelah Berdiskusi Panjang

Keluarga Ahok Cabut Permohonan Banding
Keluarga Ahok Saat Mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Utara

tamanberita.com – Keluarga terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memutuskan untuk tidak banding dan

menerima putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yaitu vonis dua tahun penjara atas kasus penodaan agama.

BeritaTerkini – Keluarga Ahok Cabut Permohonan Banding Setelah Berdiskusi Panjang

Untuk itu istri Ahok, Veronica Tan didampingi Fifi Letty, adik kandung Ahok, mencabut upaya hukum banding dengan mendatangi

Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajahmada, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017).

“Jadi, kami keluarga setelah diskusi panjang, memang memutuskan melakukan pencabutan Banding,” kata Fifi.

Fifi berjanji keluarga akan memberi alasan mengambil langkah mencabut Banding yang sebelumnya akan dilakukan Ahok.

“Besok (Selasa 23/5) kami akan menyampaikan alasannya,” kata Fifi.

Sebelumnya, kuasa hukum mengajukan beberapa poin dalam memori banding yang diajukan. Diantaranya,

perbedaan pasal yang dipakai buat menjerat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Selain itu juga kuasa hukum mengajukan penangguhan penahanan.

Jaksa menuntut Ahok dengan Pasal 156 KUHP yang berbunyi: “Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan,

kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara

paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4.500.”

Namun, hakim mengenakan Ahok dengan Pasal 156a KUHP.

Pasal tersebut berbunyi: “Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum

mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.”

Diberitakan sebelumnya, tanggal 9 Mei 2017, Majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto

menyatakan Ahok bersalah melanggar pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun.

Hal ini berbeda dari tuntutan jaksa yang menyatakan Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu bersalah melanggar pasal 156 KUHP dan menuntut

penjara 1 tahun dengan masa percobaan selama dua tahun.

Karenanya Ahok langsung mengajukan banding sesaat menerima vonis tersebut.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *