Mahasiswi Perguruan Tinggi di Pontianak Tewas Gantung Diri

TamanBerita.Com  Mahasiswi Perguruan Tinggi di Pontianak Tewas Gantung Diri. Seorang mahasiswi di satu di antara perguruan tinggi di Pontianak ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri dikediaman kakeknya di Mega Timur, Sungai Tempayan, Dusun Blora, Kecamatan Ambawang Kubu Raya, Jumat (20/4).

Kapolsek Sungai Ambawang, AKP Hery Purnomo mengungkapkan, korban bernama Ivana kelahiran Pontianak, 28 April 1996.

“Jadi awalnya dia ini ditemukan oleh Kakek dan istri pamannya di kamarnya dalam kondisi gantung diri sekitar pukul 09.30 WIB,” ujar Kapolsek saat ditemui, Jumat (20/4/2018).

Diakuinya Ivana memang sejak kecil telah tinggal bersama kakeknya di Mega Timur.

Sementara ibu kandung dan ayah tirinya menurut Kapolsek berada di kabupaten Sintang.

“Jadi dia ini warga Lintas Melawi, Sintang, namun sejak kecil tinggal dengan kakeknya, Bao Seng, karena sekolah disini. Sementara ayah kandungnya telah meninggal dunia,” lanjutnya.

Awal diketahui korban telah meninggal menurut Kapolsek karena kecurigaan dari orangtuanya yang menelpon korban namun tidak mendapat jawaban.

“Awalnya orangtuanya di Sintang menelpon namun hingga beberapa jam tidak juga ada jawaban. Akhirnya Kakek dan pamannya mengetok pintu kamar korban namun tidak juga dijawab akhirnya pintu kamar di dobrak oleh kakeknya bersama tetangga dan ditemukanlah korban dalam kondisi gantung diri,” ungkapnya saat memberi keterangan kejadian, pontianak, Jumat (20/4/2018)

Menurut kapolsek saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Saat korban ditemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan dan tidak juga barang-barang yang hilang,” katanya.

Sehingga dugaan sementara kapolsek, korban melakukan bunuh diri karena ada masalah pribadi yang dipendam.

Ini menurutnya berdasarkan keterangan keluarganya yang menilai korban yang memang bersifat pendiam.

“Dia ini menurut tetangga anaknya baik, hanya saja memang sangat pendiam, sehingga dugaan sementara ada masalah yang dipendam,” katanya.

Saat ini korban telah dibawa ke rumah sakit, Yarsi Pontianak untuk dilakukan visum.

“Atas keinginan keluarga korban kami bawa ke Rumah Sakit Yarsi untuk dilakukan visum,” tutupnya.

kira – kira apa penyebab nya ya?

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *