Israel Melarang Warga Negara Indonesia Untuk Masuk Ke Yerusalem

TamanBerita.Com Israel Melarang Warga Negara Indonesia Untuk Masuk Ke Yerusalem. Banyak foto dan video menjadi bukti sahih bagaimana tentara Israel menembakkan peluru tajam ke arah para demonstran Palestina yang mayoritas tak bersenjata di luar pagar perbatasan dengan Gaza.

Sejak 30 Maret 2018, tindakan represi militer negeri zionis memewaskan 118 orang dan melukai 13.000 lainnya, termasuk 1.136 anak-anak. Dunia mengecam keras apa yang dilakukan Israel, tak terkecuali Indonesia, yang terang-terangan berkomitmen membantu perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

Dan kini, ‘pembalasan’ dilancarkan pihak Israel. Mulai 9 Juni 2018, Tel Aviv melarang warga negara Indonesia menginjakkan kaki di wilayah yang diklaim sebagai teritorinya.

Seperti dikutip dari situs ynetnews.com, Kementerian Luar Negeri Israel memutuskan larangan tersebut, hingga waktu yang belum ditentukan, sebagai respons atas keputusan RI melarang masuk warganya pasca-insiden penembakan brutal.

Indonesia dan Israel sama sekali tak menjalin hubungan diplomatik, namun kerja sama bisnis tetap terjadi antar-dua negara.

“Pengumuman Indonesia dikeluarkan dua pekan setelah muncul kabar yang diharapkan bahwa RI akan memberikan visa turis pada warga Israel,” demikian seperti dikutip dari ynetnews.com, Kamis (31/5/2018).

Puluhan ribu warga Indonesia memasuki wilayah Israel tiap tahun. Trennya pun kian meningkat.

Pada 2013, misalnya, 30 ribu WNI menginjakkan kaki di wilayah yang diklaim Israel atau tiga kali lipat dari yang tercatat pada tahun 2009.

Menurut data statistik, wisatawan asal Indonesia biasanya mengunjungi Israel selama empat hari, sebagai bagian dari tur ke Yordania atau Mesir.

Warga Israel dapat mengunjungi Indonesia menggunakan visa turis rombongan atau visa bisnis perorangan yang terbatas. Aturan yang sama berlaku untuk WNI ke Israel.

Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia-Israel, Emanuel Shahaf mengatakan, warga Israel yang berkunjung ke Indonesia tak sebanyak WNI yang ke sana.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *