Mau Tawuran, Belasan Pelajar SLTA di Jogja Diciduk Polisi

TamanBerita.Com  Mau Tawuran, Belasan Pelajar SLTA di Jogja Diciduk Polisi. Diduga hendak melakukan tawuran, 12 pelajar dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta di Kota Yogyakarta diamankan Satsabhara Polresta Yogyakarta bersama Polsek Jetis, Sabtu (28/4/2018) malam.

Adapun para pelajar yang diamankan di daerah Jetis, Kota Yogyakarta itu selanjutnya digelandang ke Mapolresta Yogyakarta untuk mendapat pembinaan dari pihak berwajib.

Kapolsek Jetis, Kompol Hariyanto mengatakan, ke-12 orang yang sebagian besar berstatus pelajar tersebut diamankan setelah didapati informasi akan terjadinya tawuran di daerah tersebut.

Mendapat informasi itu, pihaknya langsung melakukan penyisiran di lokasi guna mencegah dan mengamankan pihak yang diduga hendak melakukan tawuran tersebut.

“Diamankan saat mereka kumpul-kumpul di dekat salah satu SMA di Jetis. Yang mengamankan dari Polresta bersama Polsek, dan setelah diamankan mereka dibawa ke Polresta Yogyakarta,” katanya, Minggu (29/4/2018).

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Yogyakarta, AKP Partuti Wijayanti membenarkan bahwa ke-12 orang tersebut digelandang ke Mapolresta Yogyakarta usai diamankan anggota Sabhara Polresta Yogyakarta bersama Polsek Jetis.

Selain mengamankan 12 orang, dari lokasi pihaknya juga turut mengamankan 7 unit sepeda motor.

“Jadi mereka itu bergerombol saat diamankan, dan dugaannya mereka itu mau menyerang salah satu SMA swasta di Jetis,” ujarnya.

Lanjutnya, usai digelandang ke Mapolresta Yogyakarta keduabelas orang tersebut didata dan dimintai keterangan pihaknya.

Selain dilakukan pendataan, pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap masing-masing orangtua dari belasan pelajar tersebut.

Pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap pihak sekolah guna selanjutnya dilakukan pembinaan.

“Tidak dilakukan penahanan, karena tidak ditemukan yang bawa sajam (Senjata tajam) dan miras (Minuman keras). Tapi tetap kami akan panggil orangtua dan dari pihak sekolah agar kejadian seperti itu tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Ditambahkannya, banyaknya tindak kejahatan di Kota Yogyakarta kebanyakan terjadi pada malam hari.

Menurutnya, tindak kejahatan tersebut bermula dari kenakalan-kenakalan remaja.

Selain itu, dari kenakalan remaja itu pula dapat berpotensi membuat pelajar menjadi pelaku dan korban dari tindak kejahatan.

“Kepada orangtua diharap lebih meningkatkan pengawasan terhadap anaknya, khususnya untuk yang sering keluar malam hari agar dibatasi jangan sampai larut malam karena tindak kriminalitas bisa terjadi kapan saja dan dimana saja,” pungkasnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *