Pidato Politik Prabowo Sebut Nama Ahok Dan Menyesal Tidak Kudeta

Pidato Politik Prabowo Sebut Nama Ahok Dan Menyesal Tidak Kudeta
Pidato Politik Prabowo Sebut Nama Ahok Dan Menyesal Tidak Kudeta

Tamanberita.com – Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan ribuan warga Depok, Jawa Barat.

Pensiunan jenderal bintang tiga ini sempat mengungkapkan soal tudingan ingin melakukan kudeta.

tamanberita.com –┬áPidato Politik Prabowo Sebut Nama Ahok Dan Menyesal Tidak Kudeta

Isu itu muncul ketika Prabowo bertarung di Pilpres 2014.

“Dulu saya dituduh mau kudeta.

Terus terang saja ini, boleh terus terang enggak? Nanti televisi tolong disensor.

Terus terang saja dalam hati nyesal juga gua enggak kudeta dulu lihat negara kayak begini sekarang,”

Kata Prabowo sembari bercanda, Minggu (1/4).

Dia menyebut bahwa dirinya sudah 14 tahun keliling Indonesia.

Kemudian juga ikut pemilu sudah tiga kali.

Lalu, kalau ikut kembali tahun 2019 mendatang akan menjadi yang keempat.

“Tetapi tetap dibilang Prabowo tidak demokratis. Prabowo ini bakat diktator,” tukasnya.

Prabowo menegaskan memegang teguh UUD 1945.

Dengan kekuatan UUD 1945, eks Danjen Kopassus ini berjanji akan memperjuangkan hak rakyat Indonesia.

“Kalau kita tidak berpolitik tidak mungkin akan memperbaiki keadaan,” tuturnya.

Prabowo menyebutkan bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan.

Dia juga mengatakan setelah sekian lama merdeka ternyata kekayaan negara tidak tinggal di bangsa Indonesia.

“Kita termasuk bangsa yang lengah dan tidak waspada terutama elite kita.

Terus terang saja minta ampun. Saya kapok dengan elite Indonesia,” tukasnya.

Dirinya mengaku dahulu adalah elite juga. Tetapi saat ini dia mengaku sudah tobat.

“Saya elite tetapi sudah tobat,” tegasnya.

Prabowo juga bercerita ketika menunjuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Untuk menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2012.

Saat itu Ahok berpasangan dengan Joko Widodo.

“Dulu saya tunjuk Ahok. Saya salah, saya minta maaf,”

Katanya di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Gerindra di Depok, Minggu (1/4).

Dia mengaku tidak bermaksud macam-macam saat itu.

Alasannya, memilih Ahok tak lain karena ingin menunjukkan perwujudan Pancasila.

“Hanya ingin menunjukkan Pancasila. Itu maksud saya,” ungkapnya.

Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan jurus jitu menaklukan orang yang kontra dan kerap mengkritiknya.

Dia akan menaklukkan dengan menjamu orang itu plus nasi goreng buatannya.

Prabowo mencontohkan salah satu yang menjadi bukti adalah Anies Baswedan.

Dulu, kata dia, Anies adalah lawannya. Karena Anies sering menyerang dirinya.

“Tetapi sudahlah. Katanya dia belum kenal Prabowo.

Begitu kenal saya ajak ke Hambalang dan kasih nasi goreng dan berubah. Ini ilmu nasi goreng,” tandasnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *