Gedung Roboh Akibat Kebakaran di Sao Paulo, Satu Orang Tewas

TamanBerita.Com Gedung Roboh Akibat Kebakaran di Sao Paulo, Satu Orang Tewas. Sebuah gedung bertingkat yang terbengkalai di pusat kota Sao Paulo dan ditempati oleh penduduk liar ambruk akibat kebakaran besar yang terjadi pada Selasa dini hari, 1 Mei 2018.

Robohnya gedung tersebut memicu tebaran puing berapi ke beberapa gedung dan jalanan sekitarnya.

Pada Rabu (2/5/2018), petugas pemadam kebakaran mengatakan, setidaknya satu orang tewas dalam insiden tersebut,

dan kemungkinan ada korban lainnya yang masih terperangkap.

Bangunan bekas markas besar polisi federal Brasil itu, terbakar sekitar pukul 01.30 dini hari waktu setempat. Petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk secepat mungkin membantu evakuasi orang-orang yang berusaha menyelamatkan diri.

Beberapa jam kemudian ketika api kian membesar, bangunan 20 lantai itu perlahan ambruk,

sehingga memicu kepanikan kerumunan yang ada di sekitarnya.

Stasiun televisi Globo TV menangkap momen robohnya gedung tersebut,

yang menggambarkannya seperti efek domino, memicu puing-puing bertebaran ke segala arah.

Salah seorang yang tinggal di gedung tersebut, Romulo de Souza (49),

mengatakan bahwa kobaran api bermula di lantai empat, namun ia tidak tahu pasti apa penyebabnya.

“Saya bersyukur mayoritas orang di gedung tersebut berhasil keluar,” katanya.

Menurut De Souza, ia dan para saksi lainnya menduga kebakaran berasal dari kebocoran pipa gas, yang masih terpasang aktif di lantai empat dan lima gedung tersebut.

Letnan Andre Elias dari Dinas Pemadam Kebakaran Sao Paulo, mengatakan kepada Globo TV, bahwa setidaknya satu orang tewas dalam insiden tersebut.

Pihak berwenang Brasil masih berusaha menangani sisa-sisa kebakaran, sekaligus berupaya mencari kemungkinan korban tambahan yang terjebak.

Dinas Pemadam Kebakaran Sao Paulo mengatakan butuh beberapa hari, untuk membersihkan puing-puing kebakaran dan menghitung total kerugiannya.

Beberapa pihak mengatakan insiden kebakaran menjadi sinyal tegas bagi pemerintah setempat, dalam menangani banyak bangunan bertingkat yang terbengkalai di kota terbesar di Amerika Selatan itu,

Bangunan-bangunan terbengkalai tersebut telah diduduki oleh kelompok-kelompok mafia perumahan, yang berusaha mengklaim hak kepemilikan. Banyak penduduk liar memilih tinggal di sana dengan membayar biaya sewa bulanan, termasuk iuran listrik dan gas.

Kantor berita Associated Press pernah menulis laporan pada Juni 2017, sebanyak kurang lebih 350 keluarga tinggal di gedung bekas markas polisi tersebut,

Namun, media lokal melaporkan pada hari Selasa,

bahwa sisa populasi yang masih tinggal di gedung tersebut berjumlah tidak lebih dari 50 keluarga.

Mantan Wali Kota Sao Paulo, Joao Doria, yang baru-baru ini mengundurkan diri untuk mencalonkan diri sebagai gubernur,

telah berusaha menindak penduduk liar melalui rencana pembangunan area publik di pusat kota.

Doria berpendapat bahwa pusat kota harus menunjukkan wajah modern Sao Paulo,

sebagai mesin ekonomi Brasil dan salah satu pusat keuangan terpenting di belahan Bumi Selatan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *