Depresi, Siswi SMP di Menteng Bunuh Diri, Sempat Dikira Hamil

TamanBerita.ComDepresi, Siswi SMP di Menteng Bunuh Diri, Sempat Dikira Hamil. Seorang gadis berinisial AL (15) memutuskan mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 33 Apartememen Taman Rasuna, Setia Budi, Jakarta Selatan, Minggu (20/5) malam.

Kapolsek Setiabudi AKBP Irwa Zaini Adib mengatakan, korban merupakan siswa kelas XI SMP di Menteng, Jakarta Pusat.

Korban diduga depresi lantaran selama ini mendapatkan nilai buruk di sekolahnya. Dia juga tidak siap menghadapi ujian Bahasa Mandarin.

“Dia sempat ngeluh terus ke ibu dan bibi (pembantunya). Dia stres nilai sekolahnya jelek. Apalagi pada Senin atau besoknya dia ada ujian bahasa Mandarin. Nah, pelajaran ini yang paling dia tidak bisa,” ucap AKBP Irwa Zaini kepada Warta Kota, Senin (21/5/2018).

Penjelasan kapolsek tersbut sekaligus membantah informasi yang sempat beredar bahwa korban tengah hamil muda.

“Tidak ada hamil itu. Badannya emang gemuk anaknya,” ucapnya.

Saat kejadian, kondisi kamar apartemen sepi lantaran ibunya sedang pergi dan pembantu rumah tangga melakukan salat tarawih di masjid.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Purwanta mengatakan, kejadian bermula ketika ibu AL, Angela Hindriati tak melihat anaknya di dalam kamar 33A apartemen tower I.

Saat itu, Angela baru pulang salat tarawih. Dia melihat pintu menuju balkon terbuka.

“Ibu korban kemudian melaporkan ke pos keamanan perihal anaknya yang hilang tersebut,” kata Kompol Purwanta, Menteng, Senin (21/5/2018).

Seorang petugas keamanan yang menjadi saksi, Vomi Hendri, mengatakan, usai menerima laporan dari keluarga korban, dia mengecek seluruh rekaman CCTV.

Akan tetapi, Vomi Hendri tidak melihat keberadaan AL.

“Security dan ibu korban kemudian melakukan penyisiran. Setelah para saksi menyisir sekitaran Tower I,” ucap Purwanta.

“Sekitar jam 23.30 WIB mereka menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi telentang di taman belakang Tower I,” ucapnya lagi.

Melihat kejadian tersebut, para saksi langsung melaporkan ke Polsek Metro Setiabudi.

Selanjutnya, keesokan harinya, Senin (21/5/2018), Kompol Bambang Handoko mendatangi lokasi kejadian bersama tim identifikasi Polres Jaksel serta Pamenwas Polres Jaksel pimpinan Kompol Alam Nur.

AL mengalami luka serius. Kedua tangan dan kaki patah. Sejumlah bagian tubuh lainnya juga terluka.

“Setelah melalukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara Red), kemudian pada jam 01.35 WIB jenazah korban dibawa ke RSCM untuk dilakukan visum et revertum,” ucap Kompol Purwanta.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *