Tanah Longsor Terjang Wilayah Pegunungan di Afghanistan

TamanBerita.Com Tanah Longsor Terjang Wilayah Pegunungan di Afghanistan. Bencana tanah longsor menerjang kawasan permukiman di kaki gunung di Afghanistan, Kamis (12/7/2018) menghancurkan ratusan rumah warga di sepuluh desa dan menewaskan sedikitnya enam orang.

Longsor terjadi setelah sebuah danau di gunung Panjshir, di utara Kabul, meluap karena lapisan es di puncak yang mencair dan mengirimkan air bersama lumpur menerjang sejumlah desa yang berada di bawahnya.

Sedikitnya 10 desa dikhawatirkan terdampak terjangan air dan lumpur yang membanjiri sebagian besar rumah warga dan menghancurkan bangunan publik.

Upaya penyelamatan segera dilakukan untuk mencari korban selamat yang kemungkinan terkubur lapisan lumpur.

Salah seorang warga yang selamat, Jamil Ahmad, mengaku tengah di tempat tidurnya saat mendadak mendengar suara bergemuruh dari atas gunung,

diikuti teriakan peringatan dari warga.

“Seseorang berteriak banjir dan saya melarikan diri bersama keluarga menuju tempat yang lebih tinggi,” kata Ahmad kepada AFP.

Pernyataan pemerintah setempat menyebutkan, enam orang telah dipastikan meninggal dunia, namun pihaknya memperingatkan kemungkinan jumlah korban bertambah.

Menurut Ahmad, penduduk desa sebelumnya sempat khawatir akan terjadinya longsor saat cuaca yang semakin hangat,

memungkinkan volume air di danau meningkat karena lapisan es yang mencair.

Wakil Direktur Manajemen Bencana dari kementerian, Mohammad Qasim Haidari mengatakan, upaya pencarian dan penyelamatan telah dilakukan. Bantuan berupa makanan, air dan selimut serta tenda juga telah dikirim untuk para penduduk yang mengungsi.

Sementara warga desa turut membantu proses pencarian menggunakan alat-alat sederhana.

“Kami telah mengerahkan segala kemampuan untuk membantu warga,” kata Haidari.

Bencana tanah longsor dan banjir bandang tergolong kerap melanda wilayah pegunungan Afghanistan saat mulai memasuiki musim semi dan musim panas, ketika lapisan salju di puncak mulai mencair.

Kondisi tersebut diperparah minimnya vegetasi dan banyaknya kawasan hutan yang mulai gundul.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *