Setya Novanto Bantah Terima Jam Tangan Mewah Richard Mille

Setya Novanto Bantah Terima Jam Tangan Mewah Richard Mille
Setya Novanto Bantah Terima Jam Tangan Mewah Richard Mille

tamanberita.com – Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto mengaku kerap mengoleksi

Beberapa jam tangan mewah sebelum dirinya tersandung kasus korupsi.

Mantan Ketua DPR itu mengaku beberapa jam tangan dibeli dari koceknya sendiri, tanpa ada pemberian siapapun.

tamanberita.com –¬†Setya Novanto Bantah Terima Jam Tangan Mewah Richard Mille

“Kan itu dari dulu waktu jadi pengusaha ngumpul-ngumpulin. Iya lah (beli sendiri) masa terima hadiah beli aja bisa,”

Kata Setya Novanto atau akrab disapa Setnov, Jakarta Pusat, Senin (5/2).

Saat disinggung pemberian jam tangan dari terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong

Dan Johannes Marliem, Setnov enggan menjelaskan lebih lanjut.

Dia berdalih memiliki penjelasan tersendiri terkait jam tangan Richard Mille seharga Rp 1,3 miliar tersebut.

“Nanti saya sampaikan dalam kronologis saya,” ujarnya.

Terbiasa hidup dengan aksesoris mewah membuat Setnov berbeda saat berpenampilan apa adanya selama persidangan.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, dirinya harus menyesuaikan posisinya dalam sidang.

Setnov mengklaim saat ini dirinya hanya masyarakat biasa

Bukan perwakilan rakyat yang umumnya berpenampilan mewah.

“Ya ini kan sudah rakyat biasa, sudah rakyat yang paling di bawah. Kita sederhana saja sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, jam tangan Richard Mille menjadi salah satu dasar dakwaan jaksa penuntut umum terhadap mantan Ketua DPR itu.

Berdasarkan persidangan dengan terdakwa Andi Narogong, dia bersama-sama Johannes Marliem

Vendor penyedia automated fingerprints identification system (afis) merek L-1

Membeli jam tangan tersebut sebagai bentuk terima kasih telah membantu keduanya pada proyek e-KTP.

Mereka membeli jam tangan buatan Swiss itu di kawasan California.

Andi pribadi mengeluarkan uang sekitar Rp 650 juta, sedangkan sisanya ditanggung Marliem.

Namun Andi berdalih, andai kata tak ada proyek e-KTP, dia pun tak sudi memberikan jam mahal itu untuk Setnov.

“Seandainya tidak ada proyek e-KTP, apakah anda mau membelikan Setya Novanto jam tangan semahal itu?”

Tanya Jhon pada Andi saat masih menjalani persidangan sebagai terdakwa.

“Tidak yang mulia,” Andi menjawab.

Sempat diterima, Setnov kemudian mengembalikan jam tangan tersebut kepada Andi.

Alasannya karena publik tengah dikejutkan dengan terkuaknya kasus korupsi proyek e-KTP.

“Pada saat saya sebelum ditangkap, awal 2017 dikembalikan karena ada ribut-ribut e-KTP,”

Ungkap Andi tidak menjelaskan lebih detail waktu pengembalian.

Setelah kembali menerima jam tangan tersebut dari Setnov

Andi memutuskan menjualnya di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan dan terjual dengan harga Rp 1 miliar.

Cerita soal jam tangan mewah untuk Novanto pernah diungkap agen FBI Johnathan Holden terkait penyelidikan terhadap Johannes Marliem.

Menurut Holden, terdapat pembelian jam tangan seharga USD 135.000 di Beverly Hills yang mana jam tersebut akan diberikan Setya Novanto

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *