Terinfeksi Delima Mengandung Virus Hepatitis di Australia, 1 Wanita Tewas

TamanBerita.Com Terinfeksi Delima Mengandung Virus Hepatitis di Australia, 1 Wanita Tewas. Seorang wanita Australia meninggal dunia akibat terjangkit virus hepatitis A dari sebungkus buah delima beku.

“Wanita berusia 64 tahun itu meninggal di Australia Selatan pekan lalu dalam kasus langka dan tragis,” kata pejabat kesehatan negara seperti dikutip dari BBC, Rabu (6/6/2018).

Pejabat setempat sebelumnya telah mengeluarkan peringatan tentang produk Creative Gourmet milik Australia pada April lalu. Berkaitan dengan 24 kasus Hepatitis A skala nasional.

Warga Australia kemudian didesak untuk memeriksa freezer dan membuang paket buah beku. Guna menghindari terpapar virus Hepatitis A.

Sekitar 2.000 paket delima yang ditanam di Mesir dijual di Australia. Buah tersebut kemudian dibekukan dengan pemberian label masa berlaku.

“Buah delima segar dan produk lokal yang ditanam di dalam negeri tak terpapar virus Hepatitis A,” kata pihak berwenang.

“Kematian perempuan itu adalah satu-satunya yang terkait dengan produk yang ditarik secara nasional hingga saat ini,” kata kepala petugas medis Australia Selatan, Profesor Paddy Phillips.

Sebagian besar orang yang terinfeksi Hapatitis A dari buah beku itu kini telah pulih dan tak ada kasus lagi.

Hepatitis A, yang menyerang hati, biasanya menyebar melalui feses, ditularkan melalui hubungan seks atau dengan menyentuh makanan atau benda yang terkontaminasi.

“Biasanya diperlukan waktu antara 15 hingga 50 hari untuk mengembangkan gejala infeksinya. Meliputi mual, demam dan menguningnya kulit,” kata pejabat kesehatan setempat.

Entyce Food Ingredients mengatakan kontaminasi itu terkait dengan tulisan kedaluwarsa yang relatif kecil pada produknya.

Tahun lalu, perusahaan itu juga melakukan penarikan produk buah beri beku akibat wabah tersebut.

Sementara itu awal tahun ini, tujuh warga Australia meninggal setelah makan melon yang terkontaminasi dengan bakteri listeria.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *