Vladimir Putin Kembali Dilantik jadi Presiden Rusia

TamanBerita.Com Vladimir Putin kembali dilantik menjadi presiden Rusia. dalam sebuah seremoni megah yang dihadiri sekitar 5.000 tamu undangan di Kremlin, Moskow, pada Senin, 7 Mei 2018.

Rekaman video yang dirilis oleh televisi Rusia menunjukkan momen jelang pelantikannya.

Dalam rekaman tersebut terlihat Putin berjalan gagah sendirian dari kantornya menuju halaman depan kompleks kepresidenan,

di mana sebuah limosin buatan Rusia, Cortege, menunggu untuk mengantarnya ke Istana Kremlin.

Setibanya di sana, Vladimir Putin kembali berjalan sendiri, memasuki halaman muka dan menelusuri koridor utama Istana Kremlin.

Setelah sampai di Aula Utama Kremlin yang berhias emas, Putin mulai mengumbar senyum sederhana,

tanda ia berterima kasih kepada ribuan hadirin yang telah menunggu dan bertepuk tangan kepadanya. Demikian seperti dikutip dari Sky News, Senin (7/5/2018).

Sesampainya di mimbar, Putin pun segera mengambil sumpah dan secara resmi dilantik sebagai presiden Rusia untuk masa jabatan enam tahun mendatang.

Saat menyampaikan pidato pelantikan, Putin bersumpah untuk mengejar agenda ekonomi guna meningkatkan standar hidup di seluruh negeri.

Ia juga mengatakan, meningkatkan ekonomi Rusia pascaresesi akibat sanksi internasional akan menjadi tujuan utama dari masa jabatan enam tahun berikutnya.

“Kita harus menggunakan semua kemungkinan yang ada, untuk menyelesaikan tugas-tugas mendesak internal,

seperti pembangunan, terobosan ekonomi dan teknologi, dan meningkatkan daya saing di bidang-bidang yang menentukan di masa depan,” katanya kepada ribuan tamu.

“Kualitas hidup baru, kesejahteraan, keamanan dan kesehatan masyarakat – itulah yang utama hari ini,” tambah Vladimir Putin.

Vladimir Putin telah berkuasa selama 18 tahun di Rusia. Ia pernah menjabat sebagai perdana menteri dan sebagai presiden Negeri Beruang Merah itu.

Meski Vladimir Putin telah memulihkan kedudukan Rusia di panggung dunia lewat perkembangan kapasitas dan kapabilitas militernya,

kepemimpinannya selama ini telah dikritik oleh berbagai pihak.

Kritik itu menjurus pada langkah Putin yang tak memadai untuk mendiversifikasi ekonomi Rusia jauh dari ketergantungannya pada ekspor minyak dan gas.

Putin juga dikritik tak berbuat banyak untuk mengembangkan sektor manufaktur Rusia yang dianggap berpotensial oleh sejumlah pengamat.

Tapi, jika Putin dapat memenuhi tujuan yang ditetapkannya, Rusia pada 2024, diprediksi akan jauh lebih maju dalam teknologi dan kecerdasan buatan, serta kesejahteraan ekonomi dan rakyat yang semakin meningkat. Demikian seperti dikutip dari CBS News.

Kendati demikian, keraguan tetap ada. Beberapa analis menilai prospek Putin justru hanya akan membawa stagnasi semata bagi Rusia.

Selain itu, beberapa analis juga mengemukakan retorika kritis; bagaimana bisa Putin mencapai semua tujuan itu jika sebagian besar penduduk tak benar-benar percaya kepadanya, kata lembaga survei independen seperti dikutip dari CBS News.

Rangkaian aksi demonstrasi anti-Putin mewarnai Rusia pada 5 Mei 2018, atau dua hari jelang pelantikannya pada Senin ini.

Pemimpin oposisi paling terkenal di Rusia, Alexei Navalny, bersama ratusan pendukungnya, ditangkap dan ditahan dalam demonstrasi itu bertajuk “ia (Putin) bukan kaisar kita”.

Penangkapan Navalny juga dilakukan atas tuduhan mendalangi demonstrasi jalanan di Moskow dani 90 kota lain di Rusia.

Laporan berita dan tulisan dalam media sosial mengatakan, protes telah mendatangkan ratusan atau lebih orang di paling sedikit 10 kota besar di Timur Jauh dan Siberia. Ada laporan beberapa orang ditangkap polisi, tetapi jumlah semua yang ditangkap belum diberitakan.

Demonstrasi yang lebih besar juga sempat diperkirakan terjadi Minggu sore kemarin di Moskow,

dimana pemrotes hendak mengadakan pawai tanpa izin di salah satu jalan besar ibukota, dan di St. Petersburg.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *